Share

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Preview Persipura vs Pahang FA (16 Besar AFC Cup 2015)

Senin, 18 Mei 2015 0 komentar


Sudah cukup lama rasanya saya tidak menulis di blog ini, setelah kesibukan kuliah dan kesibukan lainnya akhirnya diberilah lagi waktu untuk kembali menulis di blog pribadi milik saya ini. Diiringi dengan vakumnya kompetisi dalam negeri Indonesia tidak membuat Persipura Jayapura dan Persib Bandung berhenti bermain di kompetisi antar-klub Asia. Kedua klub masih punya kesempatan bermain regular di Piala AFC yang merupakan kompetisi kasta kedua antar-klub se-Asia. Namun dalam artikel saya kali ini, saya cenderung subyektif dan memilih untuk menganalisis kekuatan Persipura dan lawan mereka nanti di babak 16 besar Piala AFC, Pahang FA (Malaysia).

Pembahasan awal kali ini terlebih dahulu akan dibahas perjalanan Pahang FA dalam menjalani AFC Cup tahun 2015 dan sedikit kilas perjalanan Pahang FA di kompetisi domestic. Pahang FA menjalani AFC Cup tahun ini dengan rangkuman dua kali menang, dua kali imbang dan dua kali kalah. Mencetak 11 gol dan kebobolan 10 gol (+1).Unik memang rangkuman hasil Pahang ini, dua kali kemenangan Pahang diraih dari pertandingan kandang-tandang klub asal Myanmar, Yadarbon. Sementara dua kali hasil imbang diraih dari klub Filipina, Global. Dua kekalahan diperoleh dari klub asal Hongkong, South China. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya Pahang bukanlah klub yang super dalam kompetisi antarklub Asia. Di mana mereka hanya bias mengalahkan perwakilan Myanmar dan meraih hasil imbang dari perwakilan Filipina, sementara ketika bertemu klub dengan kualitas sedikit di atas mereka (South China), Pahang belum bisa berbuat banyak. Namun, sekali lagi hal ini bukanlah jaminan 100% buat Persipura bakal dengan mudah melenggang ke babak 8 besar AFC Cup. Hal itu karena di Malaysia Super League (MSL) hingga saat tulisan ini dibuat, Pahang FA masih memimpin klasemen MSL dengan raihan 20 poin hasil dari 6 kali menang, 2 kali imbang dan 2 kali kalah. Bukan tidak mungkin strategi Maziya S&R saat berhasil menahan Persipura di Mandala akan diterapkan oleh pelatih Pahang, Zainal Abidin. Untuk pemain yang perlu diwaspadai oleh kubu Persipura adalah Dickson Nwakaeme, pemain asal Nigeria ini merupakan topskorer kedua sementara AFC Cup 2015 6 gol. Hal ini membuat Persipura harus ekstra waspada menjaga pemain ini.

Sementara, Persipura berhasil meraih 5 kali menang, 1 kali imbang dan tak terkalahkan di fase grup E AFC Cup 2015. Hal ini sudah saya prediksi dari awal karena wakil Thailand sudah tidak diperbolehkan lagi untuk bermain di AFC Cup karena jatah mereka hanya bisa mengikuti AFC Champions League.  Dan tidak ada wakli dari Hongkong yang satu grup dengan Persipura. Karena untuk wilayah Asia Timur, perwakilan Hongkong dan Indonesia-lah yang terkuat. Persipura selalu memiliki strategi menguasai bola dengan baik bila tim yang dilawannya memiliki kualitas di bawah Persipura. Rata-rata penguasaan bola yang dilakukan Peripura selama babak grup E piala AFC 2015 adalah 63% (sumber). Sangat baik untuk kelas klub Indonesia yang bermain di kompetisi antar-klub Asia. Boaz Solossa, Robertino Pugliara, Ian Kabes, Imanuel Wanggai, merupakan pemain yang bisa saja dan kapan saja mencetak gol di 90 menit pertandingan nanti. Saya yakin dalam 1 leg babak 16 besar nanti Persipura bisa menang tanpa perpanjangan waktu apalagi sampai penalty. Kecuali Zainal Abidin, pelatih Pahang FA menerapkan apa yang dilakukan Suzain, pelatih Maziya yang menerapkan strategi bertahan total.


Jujur saya bukanlah penebak skor yang handal, namun kemungkinan 65% berbanding 35% untuk kemenangan Persipura akan terjadi pada 26 Mei nanti di Mandala. Untuk skornya saya prediksi kemenangan keunggulan Persipura 4-1.

Nantikan!! 

PERSIPURA JAYAPURA (INDONESIA) vs PAHANG FA (MALAYSIA)
SELASA 26 MEI 2015
13.30 WIB | 15.30 WIT
STADION MANDALA JAYAPURA
LIVE RCTI/I-NEWS TV

Melihat Peluang Persipura

Sabtu, 20 September 2014 1 komentar

Akhir-akhir ini media sepakbola memang sedang sibuk-sibuknya. Hal tersebut dikarenakan oleh banyaknya kompetisi atau pertandingan yang melibatkan nama Indonesia yang harus diliput. Lihat saja, ada persiapan tim nasional senior menjelang AFF Suzuki Cup, timnas U-23 yang sedang mengikuti Asian Games cabor sepakbola, Indonesia Super League yang memasuki babak krusial (babak 8 besar), AFF Futsal Championship yang juga diikuti oleh timnas Indonesia (untuk timnas futsal Indonesia berada di ranking 12 Asia), dan juga sang pencetak sejarah Persipura Jayapura yang berhasil menembus semifinal AFC Cup, dan menjadi klub Indonesia pertama yang menembus semifinal kejuaraan sepakbola Asia di era sepakbola modern.

Bicara soal mencetak sejarah, Persipura memang lekat dengan terciptanya sebuah sejarah di era sepakbola modern di Indonesia. Banyak sejarah yang tercipta diantaranya, menjadi klub pemegang gelar terbanyak Indonesia Super League (3 gelar), menjadi klub Indonesia pertama yang menembus 8 besar AFC Cup (2011, saat itu langkah Persipura ke semifinal terganjal oleh Erbil SC Iraq yang menang aggregate 3-1), menjadi klub paling sedikit menerima kekalahan sejak Indonesia Super League pertama kali digelar (tercatat baru menerima 18 kekalahan sejak ISL pertama kali digelar hingga akhir putaran grup timur musim 2014 ini). Tantangan berat kini ada di depan mata. Semifinal AFC Cup dan 8 besar AFC Cup harus dihadapi oleh Mutiara Hitam. Kekalahan di leg pertama saya pikir menjadi batu sandungan, apalagi selisih dua gol saat bermain melawan Al Qadsia terlampau cukup berat buat Persipura.

Sebagai penonton, saya juga sesekali melihat sejarah dan statistik. Persipura memang harus mengejar ketertinggalan yang cukup berat untuk dikejar. Namun ada banyak harapan bila kita melihat statistic Persipura di AFC Cup musim ini. Tercatat 20 gol sudah disarangkan pemain-pemain Persipura bila main di Mandala. Hal ini cukup menggembirakan, apalagi pada pertandingan terakhir AFC Cup yang digelar di Mandala, Persipura berhasil berpesta gol ke gawang juara AFC Cup 2013 (juara bertahan) Kuwait SC yang sama-sama dari Kuwait.

Kunci memenangkan pertandingan di Mandala 30 September nanti adalah FOKUS. Kembali melihat pengalaman saat bermain melawan Al-Qadsia di Kuwait, Persipura sudah menjadi pemenang di peruh babak. Namun di babak kedua Persipura bertahan terlalu dalam, ada lubang pula saat Bio Paulin tidak bisa dimainkan saat laga tersebut. Selain itu, secara subyektif saya juga melihat permainan dari pemain Al-Qadsia, Danijel Subotic yang begitu kuat penguasaan bolanya. Mantan pemain Swiss U-19 tersebut layaknya seorang pivot di olahraga futsal, mampu menahan bola dan mengarahkan ke mana ia mau, tendangannya juga keras. Kalau bisa, Persipura harus “matikan” pergerakan pemain ini. Inilah sedikit review dari saya, kurang dan lebihnya harap dimaklumi. Terima kasih.

AFC Futsal C'ship 2014, Walau Tipis Tetap OPTIMIS!

Sabtu, 22 Maret 2014 0 komentar

Pengantar
AFC Futsal Championship 2014 telah siap digelar di Vietnam dan tinggal menghitung hari saja. Namun siapa peduli dengan turnamen futsal tertinggi antar-negara se-Asia ini. Mayoritas orang Indonesia memang tengah tersengat penampilan ciamik tim nasional sepakbola Indonesia U-19. Terlebih tahun 2014 ini adalah tahun sepakbola (baca: Piala Dunia 2014). Tentulah semakin menenggelamkan pamor AFC Futsal Chamiponhip tahun ini. Namun tidak begitu buat saya. Sejak pertama mengenal futsal, saya terus mencoba mengorek-orek berita dan perkembangan terkini tentang futsal Indonesia. Semoga setelah membaca artikel ini, membuat anda tertarik dengan Timnas Futsal Indonesia.

Sejarah Terkahir
For Your Information saja negara kita tercinta Indonesia telah menjadi langganan peserta sejak tahun 2002. Menariknya, seakan-akan Indonesia punya kutukan tersediri bila mengikuti ajang ini. Kutukan seperti apa itu? Kutukan tak pernah lolos dari babak grup. Hehe.. Mungkin sedikit aneh rasanya kalau ini terus terjadi. Apakah Indonesia tak pernah belajar dari pengalaman? Praktis sejak 2002 Indonesia sudah mengikuti delapan turnamen AFC Futsal Championship secara berturut-turut (kecuali 2007 di Jepang) dan tak pernah lolos babak grup. Entah apa yang salah tapi di sini saya hanya akan mengupas sejarah terakhir kali Indonesia saat mengikuti AFC Futsal Championship yakni pada tahun 2012 di Uni Emirat Arab.
            Di tahun 2012 lalu timnas futsal Indonesia berhasil lolos ke Uni Emirat Arab sebagai runner-up AFF Futsal Championship. Di partai final Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 3-1. Indonesia yang lolos ke AFCFC 2012 Uni Emirat Arab tergabung di grup D, bersama China, Kuwait dan Uzbekistan. Pada pertandingan pertama tanggal 25 Mei 2012 bertempat di Al-Shabab Stadium Dubai, Indonesia menghadapi China. Kali ini Indonesia harus mengakui keunggulan negeri Tirai Bambu dengan skor 2-5. Dua gol Indonesia dicetak oleh Deny “DeHa” Handoyo  dan Afif Tamimy yang belum mampu mengungguli lawan. Esoknya di tanggal 26 Mei 2012 Indonesia menghadapi Kuwait masih di tempat yang sama. Kali ini produktifitas Indonesia naik, di pertandingan ini Indonesia mampu mencetak tiga gol oleh Deny Handoyo, Bambang Bayu, dan Karami Balfas, namun apadaya tim lawan jauh lebih superior dengan mencetak sembilan gol ke gawang Indonesia. Pertandigan berakhir dan skor Kuwait 9-3 Indonesia. Pada pertandingan terakhir (27 Mei 2012) mungkin karena sudah tidak ada harapan untuk lolos dari babak grup setelah dua kekalahan beuntun, Indonesia seperti tanpa daya saat harus menelan pil pahit lagi, diberondong sembilan gol  lagi. Kali ini oleh Uzbekistan dan hanya berbalas satu gol yang dicetak oleh Wardhana. Indonesia terdampar di dasar klasemen dengan 0 point hasil tiga kekalahan mencetak enam gol berbalas 23 gol kemasukan.

Lawan di Vietnam Nanti
Kegagalan yang berlalu biarlah menjadi pelajaran yang berharga untuk masa depan. Ya begitulah mungkin kalimat yang tepat untuk menjadi cambuk penyemangat pemain Indonesia dalam menghadapi AFC FC bulan April nanti. Lawan yang dihadapi pun bukan sembarangan. Indonesia tergabung di grup B bersama Iran (Juara 10 kali AFC Futsal Championship *terbanyak saat ini), Australia, dan China. Memang peluang Indonesia untukk lolos ke babak 8 besar sangatlah sulit. Namun nada optimism dikeluarkan oleh platih timnas saat ini, Andri Irawan, beliau mengaku target timnas di Vietnam nanti adalah lolos ke babak 8 besar. Jelas bukanlah target yang mudah melihat Indonesia yang seakan tak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya.
            Bila dikomparasikan dari peringkat resmi futsalworldranking.be, peringkat Indonesia memang jauh dari ketiga Negara tersebut. Iran berada di peringkat 7 dunia (peringkat 1 Asia), Australia di peringkat 22 dunia (5 Asia), China 37 dunia (6 Asia), dan Indonesia sendiri ada di peringkat 59 dunia (ranking 12 Asia). Jika berpikir realistis memang sulit menembus grup B ini, namun taka da yang tak mungkin. Apalagi kali ini Indonesia kembali diperkuat pemain terbaiknya yang sempat tidak diizinkan Pelindo Futsal Club dengan alas an mosi tidak percaya kepada PSSI (BFN) saat itu.

Manfaatkan Australia dan China!
Memang sulit rasanya mengalahkan Iran yang merupakan tim nasional futsal terbaik se-Asia bahkan dunia. Tapi ada celah untuk memenangkan pertandingan saat kontra China dan Australia
Sejarah pertemuan terakhir:
1 Juli 2013, China 5-3 Indonesia (Asian Indoor and Martial Art Games 2013, Incheon) saat itu gol dicetak Mushar (2) dan Bambang Bayu(1).
23 Oktober 2013, Indonesia 3-7 Australia (AFF Futsal Championship 2013, Thailand) saat itu Andri ‘Andrew’ Kustian mencetak hattrick.
Dari hasil-hasil tersebut menunjukkan sebenarnya kekuatan Indonesia tidak terlalu jauh dari Australia dan China. Tinggal bagaimana caranya mempertahankan kemenangan dan tidak kebobolan terlalu banyak.

Kesimpulan
Mengalahkan Iran menjadi hal yang hamper mustahil, namun untuk mengalahkan Australia dan China bukanlah hal yang tidak mungkin. KECEPATAN yang dimiliki pemain Indonesia menjadi senjata ampuh dalam meruntuhkan tembok China dan benteng pemain Australia yang memiliki postur tubuh orang Eropa. Dengan begitu bisa terwujudlah target lolos 8 besar dan memecah kutukan! Indonesia Bisa!

Jadwal Indonesia di AFC Futsal Championship 2014:

30 April 2014, 16.00 WIB
Iran vs INDONESIA

2 Mei 2014, 16.00
INDONESIA vs Australia

4 Mei 2014, 16.00
China vs INDONESIA

*jadwal lengkap download di sini

Untuk siaran langsung bisa ditonton lewat streaming di kanal YouTube AFC Hub (klik saja). Like FP Asian Football Confederation untuk update berita terbarunya.

JADWAL AFC Futsal Championship 2014

Minggu, 16 Maret 2014 0 komentar

Download Jadwal lengkap AFC Futsal Championship 2014 di sini.

Futsal Indonesia, BUTUH PERHATIAN!

Selasa, 11 Maret 2014 0 komentar

AFC Futsal Championship (Kejuaraan Futsal Asia) 2014 siap digelar di Vietnam bulan April mendatang. Sudah ada enam belas tim nasional dari regional Asia dibagi ke dalam empat grup dan siap bertarung di lapangan biru dan telah. Indonesia juga telah memastikan lolos ke putaran final setelah menjadi peringkat empat di ASEAN Futsal Championship 2013 di Thailand. Namun apakah peringkat keempat dalam sub-regional ASEAN boleh dikatakan “prestasi”?  hehe.. yang pasti kita pernah menjadi juara di tahun 2008 (saat itu langganan Piala Dunia Futsal, Thailand tidak bisa ikut). Peringkat empat ASEAN Futsal Championship tidak boleh dikatakan sebuuah prestasi! Karena tanda kegagalan yang pertama adalah kita tertinggal jauh dari Vietnam yang di tahun 2008 saat Indonesia menjadi juara bisa dikalahkan dengan skor telak. Dari tahun ke tahun futsal kita seperti berlari di tempat. Berlari? Ya! Karena gairah anak muda terhadap futsal sungguh luar biasa! Banyak pula turnamen futsal antar-klub tingkat amatir sampai professional merajalela sampai pelosok tanah air. Tapi apa prestasi timnas Indonesia? Adakah kontribusi dari turnamen tersebut? Tahun lalu Indonesia malah semakin menunjukkan kegagalan regenerasi generasi emas yang sempat dimiliki timnas futsal Indonesia seperti Sayan Karmadi ataupun Vennard Hutabarat. Padahal turnamen futsal tingkat amatir di Indonesia sudah tak terhitung jumlahnya, namun kegagalan jelas ditunjukkan di kompetisi level professional. Klub banyak yang mangkir dari panggilan Badan Futsal Nasional dan memilih tidak ikut kompetisi, membuat wadah pemain professional yang nantinya akan menyumbangkan pemain ke tim nasional menjadi semakin sedikit.


Menilik prestasi Indonesia di Piala Futsal Asia jelas kurang membanggakan. Menjadi langganan Piala Futsal Asia, Indonesia masih belum bisa melepas “kutukan” tidak bisa lolos ke babak 8 besar dan terus-terusan berkutat di babak grup saja. Jelas ini menjadi sinyal kedua setelah tolok ukur Vietnam yang selalu kita kalahkan beberapa tahun yang lalu saat ini mampu membalas dengan mengalahkan Indonesia. PSSI harus bergerak, genderang wacana membuat Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) mengganti BFN mulai ditabuh.  Pemilihan pelatih asing mulai diwacanakan. Namun apa hasilnya? Hehe.. lagi-lagi PSSI melakukan kesalahan. Sampai artikel ini ditulis saja status siapa pelatih timnas futsal Indonesia masih belum jelas, padahal AFC Futsal Championship tinggal beberapa millimeter di depan mata. SAKIT! Itulah keadaan PSSI sekarang, kurangnya perhatian terhadap futsal membuat regenasi yang berjalan di tiap pelosok dan turnamen yang digelar di tiap daerah tidak memberi sumbangsih terhadap timnas. Saya harap ke depannya futsal Indonesia mendapat perhatian dari PSSI apalagi futsal kita lebih berpeluang untuk berbicara di kancah dunia. Timnas futsal Indonesia mampu mengalahkan timnas futsal Inggris di turnamen Kuala Lumpur World 5’s Futsal. 

Ragam Kompetisi Sepakbola Asia (part 2)

Jumat, 13 Desember 2013 0 komentar

Nah setelah pada bagian pertama saya membahas kompetisi sepakbola antar-negara yang ada di Asia, kali ini saya akan membahasa tentang kompetisi antar-klub di Asia. selamat mebaca :)

Sekali lagi! Karena perbedaan level permainan sepakbola antar-klub di Asia yang cukup jauh, Konfederasi sepakbola Asia membagi (mengklasifikasikan) negara-negara dengan liga-liga sepakbolanya yang dinilai tiap tahun. Dan AFC membaginya dalam TIGA KLASIFIKASI:

Negara dengan liga sepakbola maju yakni:
Iran, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Qatar, Uzbekistan, Japan, Korea Republic, China PR, Australia, Thailand.

Negara dengan liga sepakbola sedang berkembang yakni:
India, Jordan, Oman, Bahrain, Iraq, Kuwait, Singapore, Hongkong, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Palestine, Tajikistan, Kyrgyztan, Yemen.

Negara dengan liga sepakbola baru berkembang yakni:
Bangladesh, Bhutan, Cambodia, Chinese Taipei, Korea DPR, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philippines, Sri Lanka, Turkmenistan

Untuk negara dengan liga sepakbola maju, klub klub dari negara tersebut mendapat jatah lolos langsung ke Liga Champions Asia (AFC Champions League) dan beberapa mendapat jatah play-off. 

Untuk negara dengan liga sepakbola sedang berkembang, klub-klub dari negara tersebut mendapat jatah bermain di Piala AFC (AFC Cup) dan beberapa klub ada yang mendapat jatah play-off, seperti klub dari Palestina, Tajikistan, Kyrgyztan, dan Yaman.

Untuk negara dengan liga sepakbola baru berkembang, klub-klub dari negara tersebut mendapat jatah untuk bermain di Piala Presiden AFC (AFC President's Cup).

Nah sekarang sudah jelas 'kan  bagaimana skema pertandingan di regional Asia, nanti kita akan lanjut lagi ke part 3 yang akan menjelaskan bagaimana pertandingan di sub-regional Asia, termasuk AFF Suzuki Cup. :)

Ragam Kompetisi Sepakbola Asia (part 1)

0 komentar

Kembali menulis lagi, setelah melihat hasil drawing Liga Champions Asia dan Piala AFC masih ada teman-teman yang menyamakan Liga Champions Asia dengan Piala AFC.. hehehe...

Begini, saya jelaskan saja daria awal. Karena banyaknya negara di Asia yang terdaftar dalam Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan kesemua negara itu memiliki kelas yang berbeda-beda maka AFC memberikan DUA KLASIFIKASI di pertandingan kontinental (benua) level senior:

Negara dengan sepakbola yang sudah maju yakni:
Australia, Bahrain, China PR, Indonesia, Iran, Iraq, Japan, Kuwait, Qatar, Saudi Arabia, South Korea, Thailand, United Arab Emirates, Uzbekistan, Vietnam, Hong Kong, Jordan, Lebanon, Malaysia, Oman, Singapore, Syria, Yemen

Negara dengan sepakbola baru berkembang yakni:
Bangladesh, India, Maldives, Myanmar, North Korea, Turkmenistan, Afghanistan, Bhutan, Brunei, Cambodia, Chinese Taipei, Guam, Kyrgyzstan, Laos, Macau, Mongolia, Nepal, Pakistan, Palestine, Philippines, Sri Lanka, Tajikistan, Timor-Leste

Nah, Untuk negara Asia yang sepakbolanya sudah maju, mereka akan mengikuti kualifikasi Piala Asia dan nantinya akan lolos ke Piala Asia (4 tahun sekali). Untuk negara Asia yang sepakbolanya baru berkembang, akan mengikuti kualifikasi AFC Challenge Cup dan jika mereka juara di AFC Challenge Cup (2 tahun sekali), barulah negara tersebut bisa mengikuti Piala Asia. Maka dari itu, slot di Piala Asia disisakan 2 slot yang kosong untuk 2 juara AFC Challenge Cup.

 -------------- (lanjut ke part 2) --------------

Bukit Terjal Menuju Australia 2015

Senin, 14 Oktober 2013 0 komentar



Besok malam akan menjadi malam penghakiman untuk tim nasional senior sepakbola Indonesia kala menghadapi ‘raksasa kuning’ China dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015. Memang China yang sekarang tak sekuat yang dulu lagi, tak banyak pemain China yang main di luar China, bahkan dari perkiraan starting eleven timnas China, 100% pemain adalah pemain di CSL (Chinese Super League). Eits, tapi tunggu dulu! Chinese Super League telah berubah menjadi salah satu liga top di Asia. Apalagi dengan kehadiran Guangzhou Evergrande di final AFC Champions League (Liga Champions Asia) yang akan menantang wakil Korea Selatan, FC Seoul. Banyak pemain timnas China yang berasal dari Guangzhou, salah satunya kipper Zeng Cheng (25). Di kala ia masih berumur 20 tahun, dia bermain bagi Persebaya Surabaya dan uniknya di saat itu Persebaya dilatih oleh pelatih timnas senior Indonesia kini, Jacksen Tiago. 

Bukit nan terjal memang kalo yang kita bicarakan China. Ditambah lagi timnas Indonesia yang hanya melakukan Training Camp tanpa melakukan ujicoba dengan negara manapun membuat kita semakin pesimis dengan hasil besok malam. Pertandingan internasional terakhir Indonesia praktis saat menang 2-0 melawan Filiphina, memang hasilnya positif, tapi apakah China mempunyai kekuatan yang sama dengan Filiphina? Tentunya laga besok malam akan semakin sulit ketika Indonesia hanya bermain dengan 11 pemain saja (biasanya 12 pemain, termasuk supporter). Sanksi yang dijatuhkan AFC karena adanya flare ketika Indonesia menjamu Arab Saudi membuat Indonesia harus bermain tanpa dukungan supporter. Kegagalan demi kegagalan untuk berujicoba jelas kesalahan Badan Tim Nasional (BTN), hal itu sudah diutarakan sang pelatih Jacksen Tiago. Namun beliau tidak mau mengeluh, porsi latihan fisik dan taktik terus ditambahkan karena kompetisi Indonesia Super League sudah berakhir dan para pemain seharusnya menikmati liburan, diselingi permainan outbound di tempat timnas menggelar training camp di Batu, Malang untuk sedikit meredakan ketegangan otot para pemain timnas. 

Hasil 5 pertandingan terakhir kedua negara:
Indonesia (K-K-K-K-M)
  • 31/01/13 Jordan 5 - 0 Indonesia (Persahabatan)
  • 06/02/13 Irak 1 - 0 Indonesia (Kualifikasi Piala Asia)
  • 23/03/13 Indonesia 1 - 2 Saudi Arabia (Kualifikasi Piala Asia)
  • 07/06/13 Indonesia 0 - 3 Belanda (Persahabatan)
  • 14/08/13 Indonesia 2 - 0 Filipina (Persahabatan)
China (S-S-M-M-M)
  • 21/07/13 Japan 3 - 3 China (Piala Asia Timur)
  • 24/07/13 Korea Selatan 0 - 0 China (Piala Asia Timur)
  • 28/07/13 Australia 3 - 4 China (Piala Asia Timur)
  • 06/09/13 China 6 - 1 Singapura (Uji Coba)
  • 10/09/13 China 2 - 0 Malaysia (Uji Coba)
Memang banyak kelemahan/kekurangan timnas senior kali ini, absennya Sergio van Dijk dan Kurnia Meiga diharapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap performa timnas. Prediksi saya di pertandingan nanti, mungkin Indonesia bisa mencetak gol, satu atau dua, namun China akan mencetak lebih banyak gol dari timnas Indonesia, jadi prediksi saya kemenangan tipis akan diraih China. Walau dari lubuk hati paling dalam saya sangat ingin Indonesia yang menang dan membuka pintu menuju Australia 2015. Selamat Berjuang Kakak-kakak sekalian! Merdeka!

Angin itu Kini Berhembus ke Ibu Pertiwi

0 komentar



Melihat performa Evan Dimas dan kawan-kawan yang semakin ciamik setelah menjuarai Piala AFF U-19 dan lolos ke putaran final Piala Asia U-19 (ngalahin juara bertahan pula) membuat kita yang dahaga permainan cantik tim nasional sangat (bukan sedikit) terobati. Optimisme seketika tumbuh subur dalam benak yang penat akan hasil-hasil mengecewakan di beberapa tahun terakhir. Selalu kalah di partai final (Piala AFF 2010, SEA Games 2011, ISG, AFF U-16 C’ship) membuat kita merasakan nasib yang sama dengan negeri kincir angin yang akrab dengan gelar “juara tanpa mahkota”.
Tentunya saya disini tidak akan membahas semua kegagalan itu, melainkan prospek ke depannya dari timnas U-19 ini (sering disebut Garuda Jaya). Coach Indra pernah bilang “Panggil saja kami Garuda Jaya”. Dan terbukti memang. Tim ini tidak dibentuk secara instan, pastinya. Coach Indra Sjafri yang hobi blusukan dan jarang masuk angin * eh lho , memang menemukan bakat-bakat pemain ini dari daerah yang jarang dilihat oleh pelatih-pelatih timnas junior lain yang biasanya cuma nerima pemain titipan dari PSSI. Memang kita punya potensi kalau mau kerja keras (begitu komentator/pengamat sepakbola kalo bicara). Bakat mereka ditemukan dari pertandingan-pertandingan timnas ke daerah-daerah di Indonesia (walau belum masuk ke Papua). Tapi saya yakin kalau sudah masuk Papua Coach Indra paling tidak bias menemukan 3-4 pemain yang bias dimainkan dan diandalkan di timnas.
Sekarang bahas Piala Asia U-19 2014 aja yah, hehe, di Piala Asia U-19 ini Indonesia kemungkinan diposisikan di pot (unggulan) keempat/terakhir (karena ranking timnas senior kita jelek), itu akan membuat timnas kita akan tergabung dengan negara-negara kuat di Asia. Okelah timnas Indonesia bisa mengalahkan Korea Selatan dan Vietnam (yang bisa mengalahkan Australia U-19 dgn skor 5-1), tapi masalah klasik itu masih ada. Apa itu? Postur tubuh menjadi masalah klasik timnas Indonesia, orang Indonesia yang kecil, membuat sulit bila ada permainan bola atas. Lihat saja ujicoba Indonesia sebelum piala AFF U-19 antara Indonesia U-19 vs Uni Emirat Arab U-17 (dipersiapkan untuk Piala Dunia U-17) yang berakhir imbang 0-0, begitu menggambarkan Indonesia memang sulit ketika menghadapi negara dengan postur tubuh yang besar. Lagi-lagi juga gol di kualifikasi Piala Asia U-19 saat melawan Korea Selatan berasal dari bola udara. Ya memang masalah ini cukup sulit diselesaikan. Selain masalah postur, ada satu negara yang saya sangat takuti di kawasan Asia ini, Jepang. Negeri matahari terbit telah berevolusi menjadi kekuatan super di Asia. Tidak tanggung-tanggung, mereka menargetkan juara Piala Dunia 2050, WOW! Sebuah psywar yang cukup membuat nyali lawan menciut atau bahkan malah menumbuhkan mental baja para lawan dari Jepang itu sendiri. Sanggupkah timnas manghadapi raksasa yang satu ini?
Kejutan memang terjadi di Kualifikasi Piala Asia U-19 kali ini. Negara-negara kuat macam Jordania, Kuwait, Arab Saudi,dan Bahrain gagal melangkah ke putaran final yang akan diselanggarakan di Myanmar 2014 nanti. Secara matematis di babak grup nanti Indonesia membutuhkan dua kemenangan untuk memastikan diri lolos dari fase grup dan satu lagi kemenangan di babak 8 besar akan membuat Indonesia lolos ke PUTARAN FINAL PIALA DUNIA U-20 yang akan diselenggarakan di Selandia Baru 2015. Dan semoga saja kalau sudah melangkah ke Piala Dunia, timnas U-20 kita nanti yang tentunya sudah tidak diperkuat Evan Dimas dkk (karena faktor umur tentunya) tidak dimasukkan pemain titipan oleh PSSI. Semoga Lancar Garuda Jaya! Merdeka!

Release Undian dan Jadwal AFF U-19 Youth Championship

Jumat, 16 Agustus 2013 0 komentar

AFF telah umumkan hasil undian AFF U-19 Youth Championship 2013. Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 menempati grup B. Evan Dimas dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Myanmar dan Thailand.
Grup A ditempati oleh Laos, Filipina, Australia, Timor Leeste, Singapura dan Kamboja. Pelaksanaan AFF U-19 Youth Championship akan dipusatkan di Surabaya, 9-22 September 2013 mendatang.

PSSI sendiri menunjuk Surabaya sebagai tuan rumah. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) rencananya akan dipakai sebagai stadion utama di turnamen ini. Sedangkan venue pendampinganya adalah Stadion Petrokimia (Gresik) dan Stadion Gelora Delta (Sidoarjo).

Berikut pembagian Grup dan Jadwal AFF U-19 Youth Championship 2013:

Group A

1. Laos
2. Philippines
3. Australia
4. Timor Leste
5. Singapore
6. Cambodia


Group B

1. Brunei DS
2. Indonesia
3. Vietnam
4. Malaysia
5. Myanmar
6. Thailand

DATE
MATCH
GRP
MATCH
TIME
VENUE
7 Sept 2013
Arrival of Teams & Officials
8 Sept 2013
Team Managers’ Meeting
9 Sept 2013
1
A
Laos
vs
Philippines
 TBA
 TBA
2
A
Australia
vs
Cambodia
 TBA
3
A
Timor Leste
vs
Singapore
 TBA
10 Sept 2013
4
B
Brunei DS
vs
Indonesia
 TBA
 TBA
5
B
Vietnam
vs
Thailand
 TBA
6
B
Malaysia
vs
Myanmar
 TBA
11 Sept 2013
7
A
Australia
vs
Timor Leste
 TBA
 TBA
8
A
Singapore
vs
Philippines
 TBA
9
A
Cambodia
vs
Laos
 TBA
12 Sept 2013
10
B
Vietnam
vs
Malaysia
 TBA
 TBA
11
B
Myanmar
vs
Indonesia
 TBA
12
B
Thailand
vs
Brunei DS
 TBA
13 Sept 2013
13
A
Cambodia
vs
Timor Leste
 TBA
 TBA
14
A
lAOS
vs
Singapore
 TBA
15
A
Philippines
vs
Australia
 TBA
14 Sept 2013
16
B
Thailand
vs
Malaysia
 TBA
 TBA
17
B
Brunei DS
vs
Myanmar
 TBA
18
B
Indonesia
vs
Vietnam
 TBA
15 Sept 2013
19
A
Singapore
vs
Australia
 TBA
 TBA
20
A
Philippines
vs
Cambodia
 TBA
21
A
Timor Leste
vs
Laos
 TBA
16 Sept 2013
22
B
Myanmar
vs
Vietnam
 TBA
 TBA
23
B
Indonesia
vs
Thailand
 TBA
24
B
Malaysia
vs
Brunei DS
 TBA
17 Sept 2013
25
A
Laos
vs
Australia
 TBA
 TBA
26
A
Philippines
vs
Timor Leste
 TBA
27
A
Cambodia
vs
Singapore
 TBA
18 Sept 2013
28
B
Brunei DS
vs
Vietnam
 TBA
 TBA
29
B
Indonesia
vs
Malaysia
 TBA
30
B
Thailand
vs
Myanmar
 TBA
19 Sept 2013
Rest Day / Departure of Teams & Officials
20Sept 2013
31
SF1
Winner A
vs
Runner-up B
 TBA
 TBA
32
SF2
Winner B
vs
Runner-up A
 TBA
 TBA
21 Sept 2013
Rest Day
22 Sept 2013
33
3rd/4th
Loser SF1
vs
Loser SF2
 TBA
 TBA
34
FINAL
Winner SF1
vs
Winner SF2
 TBA
 TBA
23 Sept 2013
Departure of Teams & Officials

sumber: aseanfootball.org, pssi.or.id