Share

Melihat Peluang Persipura

Sabtu, 20 September 2014

Akhir-akhir ini media sepakbola memang sedang sibuk-sibuknya. Hal tersebut dikarenakan oleh banyaknya kompetisi atau pertandingan yang melibatkan nama Indonesia yang harus diliput. Lihat saja, ada persiapan tim nasional senior menjelang AFF Suzuki Cup, timnas U-23 yang sedang mengikuti Asian Games cabor sepakbola, Indonesia Super League yang memasuki babak krusial (babak 8 besar), AFF Futsal Championship yang juga diikuti oleh timnas Indonesia (untuk timnas futsal Indonesia berada di ranking 12 Asia), dan juga sang pencetak sejarah Persipura Jayapura yang berhasil menembus semifinal AFC Cup, dan menjadi klub Indonesia pertama yang menembus semifinal kejuaraan sepakbola Asia di era sepakbola modern.

Bicara soal mencetak sejarah, Persipura memang lekat dengan terciptanya sebuah sejarah di era sepakbola modern di Indonesia. Banyak sejarah yang tercipta diantaranya, menjadi klub pemegang gelar terbanyak Indonesia Super League (3 gelar), menjadi klub Indonesia pertama yang menembus 8 besar AFC Cup (2011, saat itu langkah Persipura ke semifinal terganjal oleh Erbil SC Iraq yang menang aggregate 3-1), menjadi klub paling sedikit menerima kekalahan sejak Indonesia Super League pertama kali digelar (tercatat baru menerima 18 kekalahan sejak ISL pertama kali digelar hingga akhir putaran grup timur musim 2014 ini). Tantangan berat kini ada di depan mata. Semifinal AFC Cup dan 8 besar AFC Cup harus dihadapi oleh Mutiara Hitam. Kekalahan di leg pertama saya pikir menjadi batu sandungan, apalagi selisih dua gol saat bermain melawan Al Qadsia terlampau cukup berat buat Persipura.

Sebagai penonton, saya juga sesekali melihat sejarah dan statistik. Persipura memang harus mengejar ketertinggalan yang cukup berat untuk dikejar. Namun ada banyak harapan bila kita melihat statistic Persipura di AFC Cup musim ini. Tercatat 20 gol sudah disarangkan pemain-pemain Persipura bila main di Mandala. Hal ini cukup menggembirakan, apalagi pada pertandingan terakhir AFC Cup yang digelar di Mandala, Persipura berhasil berpesta gol ke gawang juara AFC Cup 2013 (juara bertahan) Kuwait SC yang sama-sama dari Kuwait.

Kunci memenangkan pertandingan di Mandala 30 September nanti adalah FOKUS. Kembali melihat pengalaman saat bermain melawan Al-Qadsia di Kuwait, Persipura sudah menjadi pemenang di peruh babak. Namun di babak kedua Persipura bertahan terlalu dalam, ada lubang pula saat Bio Paulin tidak bisa dimainkan saat laga tersebut. Selain itu, secara subyektif saya juga melihat permainan dari pemain Al-Qadsia, Danijel Subotic yang begitu kuat penguasaan bolanya. Mantan pemain Swiss U-19 tersebut layaknya seorang pivot di olahraga futsal, mampu menahan bola dan mengarahkan ke mana ia mau, tendangannya juga keras. Kalau bisa, Persipura harus “matikan” pergerakan pemain ini. Inilah sedikit review dari saya, kurang dan lebihnya harap dimaklumi. Terima kasih.

0 komentar: