Share

Kemeriahan Turnamen dan Reformasi yang Berjalan (Lambat)

Minggu, 06 Desember 2015

Persib Bandung Juara Piala Presiden 2015
Sebuah turnamen sepakbola nasional untuk mengisi kekosongan jadwal liga kembali digelar. Sejak 10 November 2015 turnamen tersebut digelar dengan tajuk "Piala Jendral Sudirman". Sebelumnya memang sudah ada turnamen Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden yang merupakan turnamen level nasional untuk mengisi kegiatan sepakbola Indonesia di tengah sanksi FIFA. Piala Jendral Sudirman sudah memasuki delapan besar. Pertandingan akan dimainkan di Sleman dan Surakarta.

Namun kemeriahan Piala Jendral Sudirman dan turnamen lain hanyalah kemeriahan semu. Apabila turnamen telah selesai dan telah melahirkan juara, pertanyaan yang timbul pastilah sama, “Lalu selanjutnya apa?”. Ya, kita haruslah sadar bahwa Indonesia masih di bawah sanksi FIFA dan kalau dipikirkan kembali sejak sanksi dijatuhkan per tanggal 30 Mei 2015, Indonesia belum melakukan reformasi apapun yang cukup besar. Situasi yang ada dalam sepakbola saat ini tidak jauh berbeda semenjak sanksi dijatuhkan, gaji telat, tidak ada kontrak yang jelas, pemukulan wasit, bahkan sampai liga yang berhenti (sebenarnya walau Indonesia disanksi FIFA liga masih tetap bisa berjalan!), atau yang lebih parah lagi pemain bermain tanpa kontrak, layaknya pemain tarkam, namun mereka bermain tanpa kontrak tersebut di tim yang memiliki label PROFESIONAL. Semua hal tersebut terjadi pada turnamen yang telah dan sedang digelar saat ini. Ya, kembali kepada kita sebagai  pecinta sepakbola nasional tentu ingin ada perubahan besar yang terjadi setelah sanksi pembekuan ini dicabut. Tentunya perubahan tersebut harus dilakukan saat sanksi pembekuan ini. Istilah sehari hari bisa kita bilang “Mumpung lagi ada waktu”, ya sebaiknya berbenah.

Beberapa hari yang lalu FIFA telah menyetujui tim Ad-Hoc yang terdiri dari perwakilan PSSI, pihak independen, wasit, pemain, media, serta Pemerintah. Namun pihak Kemenpora masih mempertimbangkan tim ad-hoc tersebut. “Lihat dulu ketentuannya, sesuai tujuan pemerintah dalam mereformasi PSSI apa tidak. Jika tidak, ya bye bye. Selain itu, janji FIFA baru akan ngabari pasca pertemuan tersebut secara resmi tertulis," imbuh Gatot dalam tempo. Perubahan kecil dan lambat terus berjalan, semoga ke depannya reformasi secara organisasi dari PSSI bisa berjalan dengan baik dan berdampak positif pada seluruh kegiatan dalam sepakbola di Indonesia.

0 komentar: